My Little Space

~~dulu kini dan tuk yang akan datang….

Posts Tagged ‘PeRJaLaNaN

Dimulai Lagi….

with 6 comments

Sebenarnya perjalan ni dah dimulai sejak 1 Desember 2009 lalu… Wuiiih, dah setahun yak?? ^.^ Lots of excitements, lots of patience, lots of things to learn… Yup…

This next piece of writing is just the beginning of everything… Mang gak menyenangkan, but I have to admit that what had happened that day will linger in my mind forever… [lebaaaaay]…

caution: the following writing contain ‘bahasa rojak’ (mixed languages ^.^)…. Proceed with your own risk…

semua bermula pada hari selasa, 1 desember 2009… hari dimana diriku memulai kembali suatu tantangan baru, sebuah kehidupan baru. Meski kemudian bus yg seharusnya mengantarku ke tujuan, baru berangkat 15 menit kemudian,. Still, so far so good… I felt excited..

Di jalan terkadang air mata berlinang. mengingat mereka yang ditinggalkan. Mulai hari ini, perjuanganku dan mereka akan berbeda. Tapi insya Allaah, menuju satu ending.. tuk ridhoNya.. Berniat tuk tak tidur disepanjang perjalanan, tapi tetap ja mata tak mau berkolaborasi. Tidur ayamlah jadinya… Oh iya, lupa. bus yang sangat besar dengan kapasitas more than 40 itu hanya dihuni oleh 6 penumpang.. sedaaap. Macam bus pribadi… ^.^v

Empat jam jadi tak terasa (iyalah, tidur taruih ma). Tiba di hentian yg kutuju. dengan pede hati kuturuni bus itu, feeling so thankful that i’m safe.. Diriku mulai berjalan menuju taxi, bus pun merangkak menuju hentian lain. tapi kok ada yang kurang ya? hmmm… hiyaaaah!!!!!!!!!!!!! tas koperkuuu!!!!!!!!!!!!!!!

I know, you must be laughing your head off right now… dua koperku yg berisi pakaian dan beberapa buku masih di bagasi bus!!!! I ran to reach the moving bus, feeling hopeless.. and kept thinking of how stupid i can be sometimes..

Tapi, alhamdulillaah, ada penumpang yg nyadar, kalo dir yikug tadinya dateng dengan dua jinjingan kok skarang gak bawa apa-apa? melihatku lari dan melambai2, dia nyadar klo ku mang lupa.. dia jalan ke supir, n stop the bus, before i can reach it.

I was soooo embarassed… if the bus was full, i don’t know what will happen. the humility!!!

Dengan nafas yg ngos-ngosan, dan setelah banyak terima kasih kepada pak supir dan sang ukhti yg memberhentikan bus, ku berjalan kembali menuju taxi, bukan lagi dengan kepala tegak penuh semangat, tapi tertunduk menahan malu… Hiks, tapi stidaknya kali ini ditemani dengan dua koper penyambung hidup… hiyaaaaah…..

Sebenarnya perjalan ni dah dimulai sejak 1 Desember 2009 lalu… Wuiiih, dah setahun yak?? ^.^ Lots of excitements, lots of patience, lots of things to learn… Yup…

This next piece of writing is just the beginning of everything… Mang gak menyenangkan, but I have to admit that what had happened that day will linger in my mind forever… [lebaaaaay]…

caution: the following writing contain ‘bahasa rojak’ (mixed languages ^.^)…. Proceed with your own risk…

semua bermula pada hari selasa, 1 desember 2009… hari dimana diriku memulai kembali suatu tantangan baru, sebuah kehidupan baru. Meski kemudian bus yg seharusnya mengantarku ke tujuan, baru berangkat 15 menit kemudian,. Still, so far so good… I felt excited..

Di jalan terkadang air mata berlinang. mengingat mereka yang ditinggalkan. Mulai hari ini, perjuanganku dan mereka akan berbeda. Tapi insya Allaah, menuju satu ending.. tuk ridhoNya.. Berniat tuk tak tidur disepanjang perjalanan, tapi tetap ja mata tak mau berkolaborasi. Tidur ayamlah jadinya… Oh iya, lupa. bus yang sangat besar dengan kapasitas more than 40 itu hanya dihuni oleh 6 penumpang.. sedaaap. Macam bus pribadi… ^.^v

Empat jam jadi tak terasa (iyalah, tidur taruih ma). Tiba di hentian yg kutuju. dengan pede hati kuturuni bus itu, feeling so thankful that i’m safe.. Diriku mulai berjalan menuju taxi, bus pun merangkak menuju hentian lain. tapi kok ada yang kurang ya? hmmm… hiyaaaah!!!!!!!!!!!!! tas koperkuuu!!!!!!!!!!!!!!!

I know, you must be laughing your head off right now… dua koperku yg berisi pakaian dan beberapa buku masih di bagasi bus!!!! I ran to reach the moving bus, feeling hopeless.. and kept thinking of how stupid i can be sometimes..

Tapi, alhamdulillaah, ada penumpang yg nyadar, kalo dir yikug tadinya dateng dengan dua jinjingan kok skarang gak bawa apa-apa? melihatku lari dan melambai2, dia nyadar klo ku mang lupa.. dia jalan ke supir, n stop the bus, before i can reach it.

I was soooo embarassed… if the bus was full, i don’t know what will happen. the humility!!!

Dengan nafas yg ngos-ngosan, dan setelah banyak terima kasih kepada pak supir dan sang ukhti yg memberhentikan bus, ku berjalan kembali menuju taxi, bukan lagi dengan kepala tegak penuh semangat, tapi tertunduk menahan malu… Hiks, tapi stidaknya kali ini ditemani dengan dua koper penyambung hidup… hiyaaaaah…..

Written by featherfrost

January 13, 2010 at 9:35 pm

Posted in Phase Two

Tagged with , ,

Hujan Mengantar Kepergianmu…

with 2 comments

KL, 12 November 2009

Pagi itu, alunan senandung ‘We Will Not Go Down’, mengejutkanku.. He he, maklum, selama di negeri orang ini, HP hitam itu jarang berbunyi.. ^.^

“Ummi mana?” Oh, si Abi toh…
“Knapa, Bi? Ummi mo brangkat ngaji tuh.. Lagi siap-siap.”
“Bilang ke Ummi gak usah, ksini cepat… Ke KL**. Cepet ya?” He? Kenapa nih? Kok Ummi mau ngaji gak dibolehin…
“Miii, Abi nih.. Mo ngomong..” Kuserahkan si hitam ke Ummi…

Yang terlihat sesudah itu, terekam jelas dalam ingatanku…

Ummi menangis…

————————————————————–

Your gentle smile
Your soft touch
Your warm eyes
Your touching words
On that day, that last day we met
I just.. I couldn’t get them out of my mind…

You looked at her so tenderly
You spoke to her so brotherly
You held her so gently
I guess you really didn’t want her to go, again..
I guess, you wanted her to stay…

You know what?
I think she felt the same way, too..
To be close to you..
Close to her brother..

————————————————————–
Ummi, kehilangan abangnya hari itu… Dia terisak… Air matanya tumpah. Tapi, Ummi tegar. Ummi sabar. Ummi ikhlas…

Sore itu, ku duduk di beranda… Hujan turun lagi seperti sore-sore sebelumnya.. November rain kata mereka… namun hujan sore ini bercampur air mata.. Melepas paman meninggalkan dunia fana..

Paman, maafkan kami yang tak bisa mengantarmu ke peristirahatan terakhirmu..

Allaah, jangan jauhkan dia dari pahala-pahalanya, terimalah semua perbuatan baiknya, ampuni dosa-dosanya… Amiin…

 

*oretanku, kala sedih ku*

Written by featherfrost

November 15, 2009 at 11:17 pm

Posted in Life Learning

Tagged with ,