Dimulai Lagi….
Sebenarnya perjalan ni dah dimulai sejak 1 Desember 2009 lalu… Wuiiih, dah setahun yak?? ^.^ Lots of excitements, lots of patience, lots of things to learn… Yup…
This next piece of writing is just the beginning of everything… Mang gak menyenangkan, but I have to admit that what had happened that day will linger in my mind forever… [lebaaaaay]…
caution: the following writing contain ‘bahasa rojak’ (mixed languages ^.^)…. Proceed with your own risk…
semua bermula pada hari selasa, 1 desember 2009… hari dimana diriku memulai kembali suatu tantangan baru, sebuah kehidupan baru. Meski kemudian bus yg seharusnya mengantarku ke tujuan, baru berangkat 15 menit kemudian,. Still, so far so good… I felt excited..
Di jalan terkadang air mata berlinang. mengingat mereka yang ditinggalkan. Mulai hari ini, perjuanganku dan mereka akan berbeda. Tapi insya Allaah, menuju satu ending.. tuk ridhoNya.. Berniat tuk tak tidur disepanjang perjalanan, tapi tetap ja mata tak mau berkolaborasi. Tidur ayamlah jadinya… Oh iya, lupa. bus yang sangat besar dengan kapasitas more than 40 itu hanya dihuni oleh 6 penumpang.. sedaaap. Macam bus pribadi… ^.^v
Empat jam jadi tak terasa (iyalah, tidur taruih ma). Tiba di hentian yg kutuju. dengan pede hati kuturuni bus itu, feeling so thankful that i’m safe.. Diriku mulai berjalan menuju taxi, bus pun merangkak menuju hentian lain. tapi kok ada yang kurang ya? hmmm… hiyaaaah!!!!!!!!!!!!! tas koperkuuu!!!!!!!!!!!!!!!
I know, you must be laughing your head off right now… dua koperku yg berisi pakaian dan beberapa buku masih di bagasi bus!!!! I ran to reach the moving bus, feeling hopeless.. and kept thinking of how stupid i can be sometimes..
Tapi, alhamdulillaah, ada penumpang yg nyadar, kalo dir yikug tadinya dateng dengan dua jinjingan kok skarang gak bawa apa-apa? melihatku lari dan melambai2, dia nyadar klo ku mang lupa.. dia jalan ke supir, n stop the bus, before i can reach it.
I was soooo embarassed… if the bus was full, i don’t know what will happen. the humility!!!
Dengan nafas yg ngos-ngosan, dan setelah banyak terima kasih kepada pak supir dan sang ukhti yg memberhentikan bus, ku berjalan kembali menuju taxi, bukan lagi dengan kepala tegak penuh semangat, tapi tertunduk menahan malu… Hiks, tapi stidaknya kali ini ditemani dengan dua koper penyambung hidup… hiyaaaaah…..
This next piece of writing is just the beginning of everything… Mang gak menyenangkan, but I have to admit that what had happened that day will linger in my mind forever… [lebaaaaay]…
caution: the following writing contain ‘bahasa rojak’ (mixed languages ^.^)…. Proceed with your own risk…
semua bermula pada hari selasa, 1 desember 2009… hari dimana diriku memulai kembali suatu tantangan baru, sebuah kehidupan baru. Meski kemudian bus yg seharusnya mengantarku ke tujuan, baru berangkat 15 menit kemudian,. Still, so far so good… I felt excited..
Di jalan terkadang air mata berlinang. mengingat mereka yang ditinggalkan. Mulai hari ini, perjuanganku dan mereka akan berbeda. Tapi insya Allaah, menuju satu ending.. tuk ridhoNya.. Berniat tuk tak tidur disepanjang perjalanan, tapi tetap ja mata tak mau berkolaborasi. Tidur ayamlah jadinya… Oh iya, lupa. bus yang sangat besar dengan kapasitas more than 40 itu hanya dihuni oleh 6 penumpang.. sedaaap. Macam bus pribadi… ^.^v
Empat jam jadi tak terasa (iyalah, tidur taruih ma). Tiba di hentian yg kutuju. dengan pede hati kuturuni bus itu, feeling so thankful that i’m safe.. Diriku mulai berjalan menuju taxi, bus pun merangkak menuju hentian lain. tapi kok ada yang kurang ya? hmmm… hiyaaaah!!!!!!!!!!!!! tas koperkuuu!!!!!!!!!!!!!!!
I know, you must be laughing your head off right now… dua koperku yg berisi pakaian dan beberapa buku masih di bagasi bus!!!! I ran to reach the moving bus, feeling hopeless.. and kept thinking of how stupid i can be sometimes..
Tapi, alhamdulillaah, ada penumpang yg nyadar, kalo dir yikug tadinya dateng dengan dua jinjingan kok skarang gak bawa apa-apa? melihatku lari dan melambai2, dia nyadar klo ku mang lupa.. dia jalan ke supir, n stop the bus, before i can reach it.
I was soooo embarassed… if the bus was full, i don’t know what will happen. the humility!!!
Dengan nafas yg ngos-ngosan, dan setelah banyak terima kasih kepada pak supir dan sang ukhti yg memberhentikan bus, ku berjalan kembali menuju taxi, bukan lagi dengan kepala tegak penuh semangat, tapi tertunduk menahan malu… Hiks, tapi stidaknya kali ini ditemani dengan dua koper penyambung hidup… hiyaaaaah…..
hiyyyaaaaaaaaaaaaah
the journey had begun, ya, kak……
COme on, kak…
Kita mulai petualangan ini…
Hayyyyyaaaaaaaaaaaat
syelviapoe3
January 15, 2010 at 11:46 am
Yup yup yup, belajar dengan giat lagi kitaaah… ^.^
featherfrost
January 15, 2010 at 10:39 pm
Mudah2an ndak kena syndrom n.94.n.7.u.k…he..he..
Putri
January 24, 2010 at 11:47 am
hehehe… ngantuk tu alami, Mbak Put… :p
featherfrost
January 24, 2010 at 12:16 pm
kak feather toh ternyataa..hehehe..kak feather pa kabar? dah mulai kuliah lagi? doain Iya y kak..ada rencana balik ke pku gak kak dlm waktu dekat?
Dy
January 21, 2010 at 11:48 pm
Alhamdulillaah, sampai skarang baik…
He eh… dah mulai kul ni haa….
Iya, ya’… Moga lancar yah… ^.^
Blum tau lagi do.. knapa ya’?
featherfrost
January 24, 2010 at 12:43 am